Minggu, 05 Agustus 2012

Pengujian Rangkap Tiga

Di zaman Yunani kuno, Socrates dianggap memiliki kedudukan terhormat dalam dunia pengetahuan. Suatu hari temannya bertemu dengan filsuf besar ini lalu berkata, "tahukah kau berita yang kudengar tentang sahabatmu?"
"Tunggu sebentar!" kata Socrates. "Sebelum kau ceritakan kepadaku, aku ingin kau menjalani sebuah tes ringan. Tes ini disebut Tes Saringan Rangkap Tiga."
"Tes Saringan Rangkap Tiga?"
"Benar," kata Socrates melanjutkan, "sebelum kau bercerita tentang temanku, mungkin sebaiknya kita gunakan waktu sejenak untuk menyaring apa yang hendak kau katakan. Itulah sebabnya kusebut Tes Saringan Rangkap Tiga. Tes pertama adalah penyaringan KEBENARAN. Apakah kau mutlak yakin bahwa apa yang hendak kau sampaikan ini benar?"
"Tidak," jawab orang itu, "sesungguhnya aku hanya mendengar itu dari orang lain dan..."
"Baiklah," kata Socrates. "Jadi kau tidak yakin apakah berita itu benar atau tidak! Sekarang, mari kita lanjutkan dengan tes kedua disebut penyaringan KEBAIKAN. Apakah yang hendak kau ceritakan itu adalah sesuatu yang baik tentang sahabatku?"
"Tidak, justru kebalikannya..."
"Jadi" lanjut Socrates, "kau hendak menceritakan kepadaku sesuatu yang buruk tentang sahabatku padahal kau tidak yakin berita itu benar?! Meskipun demikian, kau masih bisa lulus dalam tes ini karena masih ada satu tes lagi, yaitu penyaringan MANFAAT. Apakah berita tentang temanku yang hendak kau sampaikan ini bermanfaat bagiku?"
"Tidak...mungkin tidak benar-benar bermanfaat."
"Nah," kata Socrates, "jika berita yang hendak kau sampaikan tidak benar, tidak baik, dan tidak bermanfaat, lalu mengapa kau hendak menceritakannya kepadaku?"
Demikianlah mengapa Socrates dianggap sebagai filsuf besar dan terhormat. Jika kita dapat melindungi sahabat kita dan orang-orang yang kita cintai dengan cara demikian, kita tidak akan bisa dipengaruhi orang lain.

P E N S I L

Pembuat pensil menaruh pensil disampingnya sebelum ia memasukkannya kedalam kotak. "Ada lima hal yang perlu kau ketahui sebelum aku mengirimmu kedunia," kata pembuat pensil kepada pensil.
"Pertama, kau dapat melakukan banyak hal yang besar asal kau bersedia berada dalam genggaman orang.
Kedua, kau akan merasakan pedihnya rautan dari waktu ke waktu, tapi kau membutuhkan itu agar menjadi pensil yang lebih baik.
Ketiga, kau harus bisa mengoreksi kesalahan yang kau goreskan.
Empat, yang terpenting darimu adalah bagian dalam tubuhmu.
Lima, pada permukaan apa saja kau digoreskan, kau harus dapat meninggalkan coretan (kesan)," jelas si pembuat pensil.
Pensil memahami semua nasihat itu dan berjanji akan selalu mengingatnya. 

Sabtu, 28 Juli 2012

Cinta Pertama ...


Sewaktu pulang sekolah, dan aku betemu dengannya disebuah angkutan umum. Dan berlanjut pada tugas wawancara, dan aku mewawancarainya sebagai siswa berprestasi disekolah. Namun, pertemuan itu membuat aku semakin penasaran akan dirinya, dan sering merasa aneh bilamana bertemu dengannya.
            Kami pun bertemu kembali, dalam sebuah tempat les, temanku menanyakan namanya, dan akupun dapat lebih mengenalnya dalam sebuah jejaring sosial facebook, perasaan aneh pun timbul pada diriku, entah apa yang terjadi jika dia berada didekat ku rasanya hati ini berdebar begitu keras, tanpa mata melihatnya.
            Aku bersama vidi semakin dekat hingga kini, namun entah apa yang Tuhan rencanakan untuk kami berdua, beberapa kali kami ingin menyatukan perasaan itu, pastilah ada halangan, dia yang diancam lah, orang ketiga lah, dan hingga akhirnya sampai saat ini aku dengannya hanyalah sebatas sahabat, dan seorang adik dengan kakaknya.
            Rasa ingin memilikinya sebetulnya masih sangat amat besar, hingga kini dia tlah menemukan seorang yang ia cintai, rasanya tidak adil untukku, yang dari dulu sangat amat ingin memiliki cintanya namun semua hanyalah mimpi untukku. Kebahagiaan yang selama ini aku inginkan tlah dia beri, menjadi seorang wanita yang sempurna saat berada disampingnya, namun semua itu hanyalah mimpi, mimpi yaa mimpi tidak akan menjadi sebuah kenyataan yang membahagiakan pula, jika memang semua itu hanya mimpi biarkan aku tertidur selamanya agar bisa terus menikmati semua mimpi indah itu.
            Kecewa amatlah besar saat dia memilih yang lain untuk memiliki cintanya, namun itulah yang harus aku terima dengan lapang dada. Entah sampai kapan aku harus terus dibayang-bayangi olehnya dan semua kenangan itu. Sering kali aku mencoba untuk mencintai yang lain, namun hasilnya tetap sama, tidak bisa. Mungkin hati ini terlalu mencintainya, sebetulnya hingga saat ini pun tak ada satupun orang yang bisa menggantikan posisinya dalam hati ini. Adapun yang mampu namun pada akhirnya tetap pada dirinya, vidi.
            Cinta pertama, yaap dialah cinta pertamaku, apakah dia juga yang akan menjadi cinta terakhirku? Yaah semoga saja, setiap doa yang kuucapkan pastilah selalu tercantum namanya. Tak lupa doa untuk kebaikan kami berdua, yang sebenarnya aku sangat ingin dialah yang menjadi tulang rusukku. Namun, semua itu kuasa Tuhan, manusia hanyalah bisa berusaha tetapi tetap yang menentukan segalanya adalah Tuhan. Tapi, entah mengapa hati kecilku selalu yakin dialah yang terakhir untukku, dan yang terbaik untukku.
            Hingga saat ini aku sedang menyukai orang lain pun, entah apa yang terjadi aku tetap yakin kalau vidilah yang akan membahagiakan ku kelak. Yaa semoga saja ini bukan hanya sekedar angan-anganku saja. Semoga Tuhan mendengar do’a ku ini yang pasti sangat membahagiakan untukku.  
            Dengan dia yang selalu ada untukku, saat aku sedih, senang, dan apapun itu. Dan selalu bisa membuat senyum ku kembali lagi, sungguh dia yang selalu bisa membuatku bahagia walau sering menyakitkan. Akupun tak mengerti dengan semua itu, mungkinkah semua yang aku rasa akan benar-benar menjadi kenyataan? Yaa, semoga saja.
            Andai diapun tahu yang aku rasa selama ini, selama aku mengenalnya. Hanya dia yang bisa mengisi palung hatiku, walau setelah dia, aku sering merasa jatuh cinta, namun rasanya mereka tak seperti dia, yang selalu memberi warna-warna indah dalam hidupku. Tak seperti kepedulian dia, yang selalu menyelimuti kehidupanku, tak seperti kehadiran dia yang selalu memberikan kebahagiaan yang sederhana untukku, tak seperti dia yang selalu bisa mengembalikan senyum dan semangatku.
            Ingin rasanya aku ungkapkan semua ini, namun aku takut jika dia mengetahuinya dia akan pergi dari hidupku. Dan aku tidak inginkan itu, “sungguh matiku hidupku kan selalu membutuhkan kamu” ucapku dalam hati. Tak akan pernah membuat diriku menyesal karena telah menyayanginya. Karena dialah keindahan dihidupku, dialah warna dalam hidupku.  

Jumat, 18 Mei 2012

Tanpa judul


Awalnya, hubungan aku dengan andi harmonis, selama kita berpacaran ga ada yang namanya berantem, walaupun sebenernya aku selalu cemburu, dan sedikit ada keraguan. Karena seringnya aku bersama-sama andi, akhirnya akupun dekat dengan raffi, yaa aku tidak sedikit menceritakan suatu masalah yang aku hadapi, dan akhirnya prediksi raffi pun bener, aku sama andi putus. Hingga sampai saat ini akupun tidak mengerti mengapa andi ambil keputusan itu.
          Kedekatan aku dengan raffi terus berlanjut hingga sampai saat ini, entah apa yang aku rasa timbuhlah perasaan aneh, yang selalu pengen ketawa jika dekat dengannya, selalu manggil nama dia supaya bisa deket sama dia, duduk bareng, ketawa, nangis sama dia.
          Hingga akhirnya dia menyukai sahabatku sendiri, awalnya aku yang bantu dia buat bisa dapetin fani, tapi malah perasaan aku yang semakin nyata. Yaa aku menyayanginya. Tanpa ia tahu, aku menceritakan bahwa aku sedang menyukai seorang sahabatku bernama fajar, yang sebetulnya fajar adalah dia.
          Perasaan yang semakin mendalam itu aku pendam sendiri, hingga akhirnya anggi sahabatku mengetahuinya, dan memberitahu raffi. Agar aku tidak terus menyakitiku, raffi terus mendesak aku untuk mengaku padanya, bahwa aku menyukainya. Yaap, aku mengakui itu. raffi pun tahu, tapi keadaan yang membuat kita tidak bersatu, karena andi adalah teman raffi, akhirnya dia memutuskan untuk menunda semua itu.
          Namun, ditengah jalan sebetulnya dia menyukai seorang wanita yang tidak lain adalah kakak kelas nya yaitu ka nadya. Aku memberi ia kesempatan untuk memilihnya, namun ia tetap saja tidak merasa enak. Hingga akhirnya dia terus dekat dengannya, yang sebetulnya membuat hati ini menjadi sakit.
          Dan kini yang kurasa, dia semakin tidak ada waktu lagi untukku, untuk menemani kesendirianku, dia hanya sibuk dengan dunianya. Dan tidak memperdulikan kehadiranku, aku yang selalu siap ada untuknya, dianggap tidak ada. Kecewa memang, namun aku berusaha untuk diam, namun semakin aku diam, semakin dia tidak memperdulikan aku dan semua usaha aku.
          Sebetulnya, aku diam bukan karena aku tidak peduli dengannya melainkan aku ingin membuktikan, apakah aku masih berarti di hidupnya? Dan mungkin cara itu salah, sangat salah. Karena cara itu juga membuatku semakin ingin tahu tentang kehidupannya sekarang.
          Begitu berartikah dia untukku? Dan, sekarang yang aku takutkan adalah sesuatu akan terjadi yang mengharuskan aku melepaskannya. Takut akan kehilangan canda tawa darinya, sungguh aku sangat menyayanginya sekarang. Apakah dia percaya akan hal ini? Sulit untukku ungkapkan, namun ini begitu nyata, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah harus aku berteriak “akuuu sayangg kamuuuu!”.

Jumat, 04 Mei 2012

Untukmu Ibu …


Tentram …
Saat pertama kali kau dekapku dalam hangatnya pelukanmu
Damai  
Saat pertama kali menghirup segarnya udara di pagi hari, hangatnya mentari di pagi hari, dan indahnya senja disore hari
Terus melindungi tanpa kau melihat ku dalam kandunganmu
Mendekap erat, penuh kasih sayang, beban yang setiap hari harus dirasa
Ibu…
Tanpamu tak pernah akan ada hidupku di dunia yang fana ini
Tanpa kasih sayang mu yang tak akan pernah sirna tak akan pernah bisa ku bertahan
Tanpa kesabaran mu pun tak akan pernah aku mampu untuk hidup
Kaulah orang pertama yang membuat nafas ini begitu berarti
Ibu…
Begitu banyak kesalahan yang tlah ku perbuat
Namun entah mengapa kau terus menerus dapat memaafkan semua kesalahanku, kelalaian ku itu
Kasih sayang yang begitu sangat amat nyata yang ku rasa,
Begitu banyak pelajaran yang kau berikan untukku
Namun bodohnya aku
Yang merasa benar sendiri, sehingga tidak mendengar semua perkataanmu
“Surga di telapak kaki ibu”
Kata itu yang selalu ada dalam benakku
Ingin rasanya sebelum waktu menjemputku
Ingin ku bahagiakan kau Ibu ..
Namun apa daya ku tak kuasa
Mungkin yang ku lakukan hanyalah kesalahan…
Namun dalam palung hatiku yang terdalam
Aku sangat menyayangimu
Ibu…

Jumat, 20 April 2012

“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah.”


                Yaap., wanita soleha tentunya yang di inginkan semua orang tua yang memiliki anak perempuan, bagi semua pria yang akan berumah tangga. Namun, kerap kali seseorang salah menilai, yang disebut wanita soleha adalah seorang wanita yang menutup auratnya, menjaga lisannya, menjaga segala perbuatannya yang tidak menyakiti hati seseorang. Bukan berarti yang memakai kerudung adalah seorang wanita soleha, bukan berarti seorang wanita yang sering berbicara atau mengisi acara pengajian atau yang disebut penceramah adalah wanita soleha, kalau dia belum memiliki prinsip dan semua ucapan yang ia ucapkan dia amalkan atau kurang lebih menghargai orang lain, menghargai setiap perbuatan yang diperbuat oleh orang lain, dan terlebih adalah menghargai perasaan seseorang, tidak menyakiti perasaan seseorang dengan lisan dan perbuatannya.
Sulit memang menjadi seorang muslimah, karena setiap wanita pastilah memiliki hawa nafsu, apalagi kalau udah ngumpul sama temen, tercetuslah ngomongin orang, timbullah fitnah, itulah kebiasaan yang sangat sulit dihapus.
Namun, menjadi seorang wanita soleha amat sangat gampang apabila kita terus menerus mengingat Allah. Selalu  menyebut nama-Nya dalam hati, dan mengamalkan semua perintah-Nya.
Manusia tidaklah sempurna, hanya Allah lah yang Maha Sempurna, setiap manusia memiliki penilaian yang berbeda, maka dari itu saya selaku penulis sangat amat meminta maaf jika penulisan artikel ini terdapat kata-kata yang menyakiti hati pembaca, dan saya siap menerima kritikan dari pembaca.

Rabu, 11 April 2012

sahabatkah engkau?

Dulu saat kita masih bersama, kita selalu lalui waktu dengan canda tawa kita
Hingga semua yang melihat kita selalu iri, karena kebersamaan kita
Begitu indahnya, kau menghapus semua kecewa ku saat aku berpisah dengan mereka
Namun, sekarang?
Apakah kalian menyadari semua yang aku rasa sekarang?
Apakah kalian masih ingin mendengar semua rasa sakit ini?
Semuanya begitu berbeda saat kau mengenalnya
Aku bagaikan sampah yang tak berguna dan dibuang dimana saja
Yaap,
Setelah dia pergi tinggalkan semua cinta, dan perasaan ini
Dengan tega nya kau pun ikut meninggalkan ku sendiri
Benci?
Yaah, sudah ku fikir akan ku lakukan itu
Tapi ternyata, itu tak mungkin bisa ku lakukan
Karena, aku terlalu menyayangimu, dan mempercayaimu
Rasa kecewa itu kembali tumbuh, makin tinggi, dan semakin besar
Saat kau lakukan semua itu…